Makam Syekh Makdum Wali dipasir luhur banyumas yang tidak sengaja dikunjungi Ki Rekso Jiwo solo karena perjalanan kejakarta dan singgah ditempat sahabat paranormal dibanyumas,dan diajak ziarah agar tidak jenuh dirumah dan mengetahui tempat tempat yang biasa digunakan untuk ziarah oleh masyarakat banyumas
Suasana malam yang cerah ditengah pendapa yang lumayan ramai,karena dihadiri berbagai peziarah dari dalam maupun luar kota,dengan khusuk tawasulan didalam makam syekh makhdum wali,mengamati keadaan demikian,Ki Rekso Jiwo hendak memasuki wilayah makam,namun niat tersebut dibatalkan,karena ada peraturan tertulis,dimana pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian muslim
Karena kebiasaan mengenakan pakaian seadanya,akhirnya niat untuk memasuki pemakaman diurungkan,dan mengabadikan suasana disana,serta berdoa atau mendoakan arwah beliau,karena jasa jasa beliau menyebarkan ajaran islam ketanah banyumas
Dengan berdoa seadanya dipendapa ditengah tengah lokasi area makam,Ki Rekso Jiwo ditunjuk kan gambaran makam,dimana salah satunya atau yang berada disebelah makam syech makdum wali memiliki posisi lebih tinggi dan beraura keemasan,tentunya hal tersebut mengisaratkan jika menginginkan kedudukan atau kesuksesan,sangatlah baik melakukan ritual doa disana,namun haruslah dengan ketulusan dan niat memohon kepada Allah,bukan pada makam,walaupun pamor energi yang dikeluarkan demikian
Diceritakan seorang sahabat,jika masyarakat banyumas diwajibkan menziarahi makam syekh makhdum wali sebagai pembuka sebelum berziarah ke wali songo atau wali wali lainnya.
dan setelah kembali disolo barulah dicari informasi tentang makam ini,dan ternyata memang keberadaannya tidak lepas dari Raden kamandaka atau kisah lutung kasarung yang mana sepeninggal beliau,kawasan banyumas diduduki oleh keturunannya,dan Syekh Makhdum wali merupakan utusan kerajaan demak bintoro yang ditugaskan menyebarkan ajaran islam kewilayah pesisir pantai selatan ini
dalam menyebarkan ajaran islam diterima oleh senopati mangkubumi 1 dan 2,sehingga apa yang dilihat dengan mata batin Ki Rekso Jiwo dipendapa saat berdoa adalah benar,jika terdapat makam pemimpin wilayah kadipaten pasir luhur yang beraura sangat kuat
Semoga ulasan ini dapat menambah informasi dan berbagi pengalaman spiritual serta bermanfaat
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo
Selasa, 31 Januari 2017
Jumat, 27 Januari 2017
Piramida Jawa
Piramida Jawa diGunung Padang Cianjur jawa barat,kurang lebih sekitar 8kilo meter dari jalan raya warung kondang Cianjur,melewati jalan berkelok kelok,naik turun melintasi perkebunan teh yang luas,Ki Rekso jiwo solo melintasinya tengah malam sendiri,dan menginap dipos penjagaan gunung padang ditemani oleh para penjaga yang ramah
Sungguh pengalaman yang luar biasa melintasi gelap malam sendiri didingin dan suasana yang mencekam
Niatan dari solo memang mengunjungi Gunung padang yang merupakan situs megalitikum yang sangat fenomenal dan menurut penelitian,diperkirakan usianya 2000 sebelum masehi
Melintasi jalur selatan untuk mengisi acara cleansing atau pembersihan energi pada acara seminar dikampus Niba Busines school,cibitung
Dari perjalanan menyusuri jalur selatan,mendapatkan informasi keberadaan batuan alam yang menyerupai gunung padang cianjur.
yaitu dipurwo rejo dan majenang cilacap,namun Ki Rekso jiwo tidak sempat untuk mengunjuninya dikarenakan padatnya acara mengunjungi teman teman hingga dijakarta
Ketinggian gunung padang berjarak kurang lebih 150 meter dari loket dengan melintasi batu yang tersusun trap trapan atau undak undak an,untuk yang belum terbiasa akan merasakan ngos ngosan,namun yang terbiasa berolah raga tidaklah menjadi masalah
Dari Loket terdapat jalan bercabang untuk naik dan turun yang dibuat satu jalur,walaupun pengunjung dibebaskan memilih jalur menanjak ataupun agak memutas,dipersimpangan tersebut terdapat mata air sendang panguripan atau air kehidupan,yang mana digunakan masyarakat disekitar tempat itu untuk keperluan minum
Air alami pegunungan yang sangat segar,disitu terdapat gayung siwur untuk mengambil air secara langsung,tentunya tidaklah afdol jika berkunjung wisata atau berdoa,tidak meminum air disendang ini
Gunung Padang merupakan situs megalitikum yang dahulu diperkirakan sebagai tempat sembahyang nenek moyang bangsa ini,karena hampir semua bangunan tempat peribadatan masa lalu berada ditempat tempat tinggi,diharapkan apa yang diinginkan atau dicita citakan,cepat terkabul,karena berada diposisi yang tinggi dekat dengan shang yang maha kuasa yang maha tinggi dan oleh sebab itulah,masyarakat nusantara mengenal tumpeng yang bentuknya menyerupai gunung sebagai perayaan atau permohonan agar apa yang diharapkan tercapai
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo
Sungguh pengalaman yang luar biasa melintasi gelap malam sendiri didingin dan suasana yang mencekam
Niatan dari solo memang mengunjungi Gunung padang yang merupakan situs megalitikum yang sangat fenomenal dan menurut penelitian,diperkirakan usianya 2000 sebelum masehi
Melintasi jalur selatan untuk mengisi acara cleansing atau pembersihan energi pada acara seminar dikampus Niba Busines school,cibitung
Dari perjalanan menyusuri jalur selatan,mendapatkan informasi keberadaan batuan alam yang menyerupai gunung padang cianjur.
yaitu dipurwo rejo dan majenang cilacap,namun Ki Rekso jiwo tidak sempat untuk mengunjuninya dikarenakan padatnya acara mengunjungi teman teman hingga dijakarta
Ketinggian gunung padang berjarak kurang lebih 150 meter dari loket dengan melintasi batu yang tersusun trap trapan atau undak undak an,untuk yang belum terbiasa akan merasakan ngos ngosan,namun yang terbiasa berolah raga tidaklah menjadi masalah
Dari Loket terdapat jalan bercabang untuk naik dan turun yang dibuat satu jalur,walaupun pengunjung dibebaskan memilih jalur menanjak ataupun agak memutas,dipersimpangan tersebut terdapat mata air sendang panguripan atau air kehidupan,yang mana digunakan masyarakat disekitar tempat itu untuk keperluan minum
Air alami pegunungan yang sangat segar,disitu terdapat gayung siwur untuk mengambil air secara langsung,tentunya tidaklah afdol jika berkunjung wisata atau berdoa,tidak meminum air disendang ini
Gunung Padang merupakan situs megalitikum yang dahulu diperkirakan sebagai tempat sembahyang nenek moyang bangsa ini,karena hampir semua bangunan tempat peribadatan masa lalu berada ditempat tempat tinggi,diharapkan apa yang diinginkan atau dicita citakan,cepat terkabul,karena berada diposisi yang tinggi dekat dengan shang yang maha kuasa yang maha tinggi dan oleh sebab itulah,masyarakat nusantara mengenal tumpeng yang bentuknya menyerupai gunung sebagai perayaan atau permohonan agar apa yang diharapkan tercapai
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo
Jumat, 28 Oktober 2016
Bubur Suran
Bubur Suran menurut Ki Rekso Jiwo merupakan bubur yang terdiri dari berbagai macam jenis biji bijian,dimana secara khusus dibuat pada malam satu suro,dimana bubur suran merupakan simbol keselamatan dan rasa syukur dan mengingat kisah nabi nuh
dimana nabi nuh sebelumnya terapung apung beserta umatnya dan berbagai jenis binatang yang diselamatkan agar tidak punah,dalam sebuah kapal yang dibuat nabi nuh sendiri,dimana masa itu datanglah air bah yang dasyat sehingga hanya umat umat pilihan yang diselamatkan,karena banjir bandang melebihi tinggi gunung selama 40 hari
Pada saat 40 hari,air mulai surut dan kapal bisa sandar dan seluruh rombongan bisa turun kedaratan,diantara puncak gunung,namun pada saat itulah persediaan pangan sudah habis dan hanya beberapa biji bijian yang jumlahnya tak seberapa,dan dikumpulkanlah beberapa jenis biji bijian tersebut untuk diolah bersama menjadi bubur yang bisa dinikmati nabi nuh dan kaumnya
Rasa syukur teriring dalam pembuatan bubur tersebut,karena bisa mendarat didaratan walaupun dipegunungan,oleh sebab itulah,moment tersebut diabadikan oleh kaum kejawen yang mempercayai berkat tuhan yang luar biasa,karena mengijinkan umat nabi nuh selamat dalam kiamat air bah yang melanda
Pada hari itulah ditetapkan sebagai taun baru islam dan dirayakan oleh orang islam suku jawa,yang memahami sejarah diatas sebagai bentuk penghormatan kepada nabi nuh,ikut bersyukur dan menyambut hidup yang baru ditahun baru islam
Dalam tradisi islam abangan ajaran sunan kalijaga mengajak umat islam memahami arti pentingnya sejarah para nabi dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang dituliskan dalam qur an
Dalam tradisi jawa diadakan bubur suran sebagai bentuk apresiasi tentang ajaran sunan kalijaga yang mengingatkan akan kuasa Tuhan yang maha segalanya,sehingga pada malam satu suro itu biasanya diadakan acara ruwatan yang bertujuan memohon ampunan Tuhan atas segala kesalahan dan dosa dosa yang diperbuat,sehingga berdampak tidak baik dalam kehidupan.
diharapkan ampunan tuhan menghapuskan hal hal negatif yang sering dialami,melalui prosesi ruwatan
Dalam Tradisi Ruwatan menurut versi Padepokan Mustika Jiwa yang diketuai oleh Ki Rekso Jiwo,minimal atau secara sederhana mengunakan sarana sejumlah 7 buah buahan,yang mana merupakan simbul dari 7 nafsu manusia yang harus diketahui,sehingga perlu dibabar dalam acara ruwatan,sehingga memahami dan dapat mengendalikan diri dari gangguan dari 7 nafsu yang bersemayam dalam diri atau kodrat manusia
Yang mana baik bubur suran atau buah buahan nantinya dimakan bersama setelah acara doa bersama dalam memohon ampunan tuhan
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo
dimana nabi nuh sebelumnya terapung apung beserta umatnya dan berbagai jenis binatang yang diselamatkan agar tidak punah,dalam sebuah kapal yang dibuat nabi nuh sendiri,dimana masa itu datanglah air bah yang dasyat sehingga hanya umat umat pilihan yang diselamatkan,karena banjir bandang melebihi tinggi gunung selama 40 hari
![]() |
| Bubur suran |
Pada saat 40 hari,air mulai surut dan kapal bisa sandar dan seluruh rombongan bisa turun kedaratan,diantara puncak gunung,namun pada saat itulah persediaan pangan sudah habis dan hanya beberapa biji bijian yang jumlahnya tak seberapa,dan dikumpulkanlah beberapa jenis biji bijian tersebut untuk diolah bersama menjadi bubur yang bisa dinikmati nabi nuh dan kaumnya
Rasa syukur teriring dalam pembuatan bubur tersebut,karena bisa mendarat didaratan walaupun dipegunungan,oleh sebab itulah,moment tersebut diabadikan oleh kaum kejawen yang mempercayai berkat tuhan yang luar biasa,karena mengijinkan umat nabi nuh selamat dalam kiamat air bah yang melanda
![]() |
| Makan bubur suran |
Pada hari itulah ditetapkan sebagai taun baru islam dan dirayakan oleh orang islam suku jawa,yang memahami sejarah diatas sebagai bentuk penghormatan kepada nabi nuh,ikut bersyukur dan menyambut hidup yang baru ditahun baru islam
Dalam tradisi islam abangan ajaran sunan kalijaga mengajak umat islam memahami arti pentingnya sejarah para nabi dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang dituliskan dalam qur an
![]() |
| Mandi ruwat |
Dalam tradisi jawa diadakan bubur suran sebagai bentuk apresiasi tentang ajaran sunan kalijaga yang mengingatkan akan kuasa Tuhan yang maha segalanya,sehingga pada malam satu suro itu biasanya diadakan acara ruwatan yang bertujuan memohon ampunan Tuhan atas segala kesalahan dan dosa dosa yang diperbuat,sehingga berdampak tidak baik dalam kehidupan.
diharapkan ampunan tuhan menghapuskan hal hal negatif yang sering dialami,melalui prosesi ruwatan
Dalam Tradisi Ruwatan menurut versi Padepokan Mustika Jiwa yang diketuai oleh Ki Rekso Jiwo,minimal atau secara sederhana mengunakan sarana sejumlah 7 buah buahan,yang mana merupakan simbul dari 7 nafsu manusia yang harus diketahui,sehingga perlu dibabar dalam acara ruwatan,sehingga memahami dan dapat mengendalikan diri dari gangguan dari 7 nafsu yang bersemayam dalam diri atau kodrat manusia
Yang mana baik bubur suran atau buah buahan nantinya dimakan bersama setelah acara doa bersama dalam memohon ampunan tuhan
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo
Minggu, 16 Oktober 2016
Ikan lele unik
Ikan lele unik koleksi Rekso jiwo yang bisa dilihat jika berkunjung ke kediaman beliau,bentuk yang tak lazim seperti ikan lele pada umumnya,memiliki badan yang meliuk liuk atau bengkok bengkok
bentuk yang tak lazim inilah yang membuatnya unik dan menarik jika dilihat
Ikan lele unik menambah koleksi binatang sebelumnya yang sudah ada dirumah sekaligus padepokan jagad supranatural mustika jiwa,cabang sanggart seni beladiri pencak silat tenaga dalam Pancasila surakarta,untuk sementara masih sebagai binatang piaraan biasa yang sekedar ditampilkan diruang tamu untuk menampilkan suasana unik dan melepas beban beban difikiran,karena dengan melihat keunikan bentuk binatang binatang yang ada akan membuat ingat akan kuasa tuhan yang mana telah menciptakan hal hal yang luar biasa yang dapat dinikmati dan menjadi iman semakin kuat
Koleksi memang masih tergolong hanya beberapa saja,namun Ki Rekso Jiwo mempunyai harapan atau cita cita untuk membuat kebun binatang unik kecil kecilan,karena sebagai penyayang binatang unik,dengan secara perlahan lahan koleksi bertambah,tentunya akan memerlukan tempat dan dibuatlah kebun binatang mini dan keinginan yang lain adalah membuat mosium kecil benda benda unik,walau belum memiliki tempat,masih hanya sekedar impian saja,namun jika tuhan menghendaki tentunya pasti ada jalan dan mempertemukan dengan yang sehobby dan satu tujuan
bentuk yang tak lazim inilah yang membuatnya unik dan menarik jika dilihat
| Ikan lele unik |
Ikan lele unik menambah koleksi binatang sebelumnya yang sudah ada dirumah sekaligus padepokan jagad supranatural mustika jiwa,cabang sanggart seni beladiri pencak silat tenaga dalam Pancasila surakarta,untuk sementara masih sebagai binatang piaraan biasa yang sekedar ditampilkan diruang tamu untuk menampilkan suasana unik dan melepas beban beban difikiran,karena dengan melihat keunikan bentuk binatang binatang yang ada akan membuat ingat akan kuasa tuhan yang mana telah menciptakan hal hal yang luar biasa yang dapat dinikmati dan menjadi iman semakin kuat
| Ikan lele unik solo |
Koleksi memang masih tergolong hanya beberapa saja,namun Ki Rekso Jiwo mempunyai harapan atau cita cita untuk membuat kebun binatang unik kecil kecilan,karena sebagai penyayang binatang unik,dengan secara perlahan lahan koleksi bertambah,tentunya akan memerlukan tempat dan dibuatlah kebun binatang mini dan keinginan yang lain adalah membuat mosium kecil benda benda unik,walau belum memiliki tempat,masih hanya sekedar impian saja,namun jika tuhan menghendaki tentunya pasti ada jalan dan mempertemukan dengan yang sehobby dan satu tujuan
Selasa, 26 Juli 2016
Binatang unik disolo
Binatang Unik disolo koleksi mas Ratu alit atau Ki Rekso jiwo memang unik,karena ayam yang wajarnya berkaki dua,namun ini memiliki kaki kaki empat,walaupun tidak berfungsi sebagai kaki,hanya mengantung selayaknya buntut.
yang unik lagi dikarenakan kaki kaki belakangnya tidak pada umumnya,yang biasanya berjari empat,yang ini satu berjari dua dan satunya berjari tiga
mas ratu alit yang hobi mengkoleksi benda benda unik dan aneh ini sejak lama mengoleksi binatang binatang yang unik dan aneh,namun karena mengumpulkannya selisih waktunya terlalu lama,akhirnya karena usia,binatang tersebut mati dan tidak diawetkan
sehingga tak bisa didokumentasikan,mengingat foto foto yang memang tidak disimpan seperti saat ini,ada blog maupun media sosial lain yang dapat menyimpan berbagai macam kenangan
saat ini hanya ada empat binatang unik disolo koleksi mas ratu alit,yaitu ayam berkaki empat,ikan sapu sapu albino,ikan sapu sapu yang badannya meliuk liuk seperti keris dan ikan patin albino di aquarium ruang tamu
dan jika tuhan menghendaki akan dibuat kebun binatang mini yang berisi binatang binatang unik dan aneh untuk sebagai gambaran kekuasaan tuhan yang membentuk benda maupun binatang yang memiliki keunikan yang tak lazim,sebagai bentuk keagungan Tuhan atas besarnya kuasaNya menciptakan keelokan
kalau dahulu koleksinya memang lebih banyak jenis ikan yang memiliki bentuk unik unik,diantaranya ikan nila yang berbentuk love,ikan nila merah yang secara alami tidak memiliki ekor,hanya badan dan menciut seperti simbol hati,ayam berjari lima,bekicot sebesar mug panjang,cicak berbuntut cabang dan masih banyak lagi binatang yang unik yang dapat dipublikasikan gambarnya
untuk sementara hanya ini yang dapat dikumpulkan dan dipersembahkan pada pembaca yang telah berkenan menyempatkan diri untuk membaca artikel sederhana tentang koleksi Ki Rekso Jiwo atau mas ratu alit,semoga sedikit tulisan dan foto ini menjadi bahan kajian rasa pembaca akan keagungan kuasa Tuhan
dan dilain kesempatan semoga koleksi koleksi baik binatang maupun benda benda unik dapat bertambah dan bisa dinikmati/atau diketahui oleh kalayak umum
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo
yang unik lagi dikarenakan kaki kaki belakangnya tidak pada umumnya,yang biasanya berjari empat,yang ini satu berjari dua dan satunya berjari tiga
![]() |
| ayam berkaki empat |
mas ratu alit yang hobi mengkoleksi benda benda unik dan aneh ini sejak lama mengoleksi binatang binatang yang unik dan aneh,namun karena mengumpulkannya selisih waktunya terlalu lama,akhirnya karena usia,binatang tersebut mati dan tidak diawetkan
sehingga tak bisa didokumentasikan,mengingat foto foto yang memang tidak disimpan seperti saat ini,ada blog maupun media sosial lain yang dapat menyimpan berbagai macam kenangan
saat ini hanya ada empat binatang unik disolo koleksi mas ratu alit,yaitu ayam berkaki empat,ikan sapu sapu albino,ikan sapu sapu yang badannya meliuk liuk seperti keris dan ikan patin albino di aquarium ruang tamu
dan jika tuhan menghendaki akan dibuat kebun binatang mini yang berisi binatang binatang unik dan aneh untuk sebagai gambaran kekuasaan tuhan yang membentuk benda maupun binatang yang memiliki keunikan yang tak lazim,sebagai bentuk keagungan Tuhan atas besarnya kuasaNya menciptakan keelokan
![]() |
| Binatang unik disolo,patin albino |
kalau dahulu koleksinya memang lebih banyak jenis ikan yang memiliki bentuk unik unik,diantaranya ikan nila yang berbentuk love,ikan nila merah yang secara alami tidak memiliki ekor,hanya badan dan menciut seperti simbol hati,ayam berjari lima,bekicot sebesar mug panjang,cicak berbuntut cabang dan masih banyak lagi binatang yang unik yang dapat dipublikasikan gambarnya
![]() |
| Binatang unik disolo,sapu sapu keris |
untuk sementara hanya ini yang dapat dikumpulkan dan dipersembahkan pada pembaca yang telah berkenan menyempatkan diri untuk membaca artikel sederhana tentang koleksi Ki Rekso Jiwo atau mas ratu alit,semoga sedikit tulisan dan foto ini menjadi bahan kajian rasa pembaca akan keagungan kuasa Tuhan
dan dilain kesempatan semoga koleksi koleksi baik binatang maupun benda benda unik dapat bertambah dan bisa dinikmati/atau diketahui oleh kalayak umum
![]() |
| Sapu sapu albino |
Rabu, 20 Juli 2016
Pusat spiritual nusantara
Pusat spiritual nusantara menurut Ki Rekso jiwo berpusat pada gunung lawu yang dahulunya bernama giri mahendra,sebuah gunung yang berada didua daerah jawa tengah dan jawa timur,yang menyimpan banyak sejarah yang masih banyak yang belum terkuak hingga saat ini,walau sebagian besar sudah terkuak dan masih menyimpan energi luar biasa
Pusat spiritual nusantara yang begitu banyak meninggalkan jejak jejak sejarah,dari kaki gunung hingga puncaknya,seperti halnya candi sukuh yang diteliti oleh peneliti yang penasaran saat melihat dari satelit Nasa yang mana didaerah candi sukuh memancarkan sinar segi delapan seperti patwa memancar keangkasa
Rasa penasaran tersebut akhirnya menghantarkan peneliti luar negri datang kecandi sukuh dan meneliti bangunan yang mirip dengan piramid suku maya,namun sungguh sangat mengejutkan,dimana setelah diambil sempel lumut dan dites laborat ternyata usianya lebih tua candi sukuh dan gunung lawu tidak terdeteksi oleh GPRS yang dikarena masih terselubungi energi dimensi yang luar biasa
dicandi cetho hingga puncak argo dalem merupakan perjalanan Prabu Brawijaya V saat melarikan diri dari kejaran pasukan demak dan arga dalem merupakan tempat pamuksan atau penyempurnaan jiwa raga menghadap Sang Hyang Maha Kuasa
Memahami hal tersebut,Bung Karno pun meninggalkan jejak digua diantara pos 5 dan argo dalem,dimana gua tersebut digunakan untuk bertapa atau bermunajad kepada Tuhan agar mampu memimpin negara dan memohon petunjuk untuk membuat aturan pemerintahan,sehingga memperoleh simbul garuda Pancasila sebagai lambang negara Indonesia
Hingga Pak Harto sebagai Presiden RI 2 sangat menyayangi giri Mahendra atau gunung lawu ini,dan setiap tahun melakukan perjalanan kepuncak dan melakukan perjalanan spiritual,bahkan meninggal dimakamkan dikaki gunung lawu sebelah barat
Bahkan Gus Dur sendiri pernah mendatangi Pringgondani yang merupakan lereng gunung lawu dan bermunajad di makom Eyang Koconegoro,
Pusat spritual nusantara bukanlah isapan jempol,karenanya banyak spiritualis,paranormal,dukun,pecinta alam,budayawan dan agamawan dari berbagai wilayah dinusantara datang untuk bertaddabur alam dan napak tilas perjalanan leluhur leluhur nusantara yang menjadi pendahulu yang telah sukses membangun nusantara menjadi negri yang luar biasa.
oleh sebab itulah Ki Rekso Jiwo/ mas ratu alit beberapa kali menjelajahi giri mahendra atau gunung lawu hingga puncaknya,mentadabburi keindahan alam ciptaan Tuhan yang maha Kuasa
Perjalanan 4hari dari naik hingga turun untuk menghayati dan menikmati keadaan alam yang sungguh indah menyejukkan kalbu,diawali hari kamis dari pos cemoro sewu,perjalanan yang
menanjak dari pos star menuju pos tani,pos bayangan,baru ketemu pos I,dipos
dipos bayangan terdapat sendang panguripan yang artinya kehidupan,dimana airnya segar dan biasanya langsung diambil dengan botol air minum untuk dijadikan bekal perjalanan jauh menuju puncak mahendra/argo dumilah
perjalanan dilanjutkan dari pos I ke pos II dimana jarak ini merupakan jarak yang paling jauh,diantara pos yang lain dikarenakan medannya tidak begitu menanjak dan mungkin sebagai pertimbangan yaitu pos I dibuat tidak terlalu jauh sebagai pemanasan,selanjutnya posII dibuat lebih panjang dan lama setelah pemanasan
pos II dinamakan watu gedek/bilik karena bentuknya seperti bilik penahan angin
Pos II ke pos III jaraknya pendek namun penuh tanjakan yang menguras banyak tenaga,dan sebaiknya pos ini dimanfaatkan untuk istirahat sejenak,apalagi jika gerimis dsn hujan,karena nanti di pos IV tidak ada gasebo
Pos III dinamakan manis rejo karena paling banyak ditemukan pohon manis rejo
Perjalanan dari Pos III ke Pos IV pendek juga jarak tempuhnya karena tanjakannya pun sangat terjal,walaupun tidak terdapat gasebo penahan atau pelindung dari hujan,namun disinilah spot paling indah jika hari terang,karena bisa mengambil foto dengan hamparan awan putih dan langit biru yang tanpa terhalang bukit maupun pepohonan
saat berada disini,rasanya kelegaan sudah menghilangkan semua penat lelah dan terbayar sudah dengan indahnya pemandangan yang luar biasa,sebuah pemandangan yang tidak bisa dinikmati setiap hari,sehingga menjadikan memori yang indah dan kangen untuk diulangi
Perjalanan dari pos IV ke pos V sedikit menanjak dan selanjutnya akan melewati jalan yang rata dan naik tidak tinggi,lumayan panjang seperti halnya menyusuri tembok cina
disebelah kiri jauh terlihat gua kotak,disitulah tempat dimana Presiden pertama RI pernah bertapa,perjalanan berlanjut hingga sumur jolotundho masih disebelah kiri jalan
dinamakan sumur karena untuk mengambil air harus turun lumayan curam dan masuk kedalam gua yang sempit,banyak yang datang hendak mengambil air jolotundho yang harus kecewa karena tidak menemukan air,bahkan banyak yang tidak bisa memasuki gua karena gua menyempit
banyak sekali keanehan disumur jalatundho ini,namun alhamdulillah
Ki Rekso/mas ratu alit bersama teman teman memperoleh air jolotundho yang wangi dan memiliki kandungan mineral yang tinggi didalam gua yang sempit dan lumayan dalam
Kemudian tak tauh dari tempat ini merupakan pos V yang datar
Perjalanan berlanjut dan beristirahat disendang drajat melewati Pos V yang terletak disebelah kanan jalan,airnya jarang kering atau bahkan tidak belum pernah kering,walaupun musim kemarau
Kemudian melanjutkan perjalanan ke argo dalem,dimana tempat tersebut merupakan tempat pamuksan Prabu Brawijaya V atau raja majapahit akhir,suasana diatas bukit jika dari pos V atau merupakan salah satu puncaknya gunung lawu
maqom yang dijadikan punden karena kekeramatan tempat tersebut yang diselimuti dengan aura energi yang luar biasa.
karena disini tempat pamuksan atau penyempurnaan diri jiwa raga menghadap Sang Maha Kuasa,tentunya sangatlah baik digunakan untuk berdoa,memohonkan ampun leluhur leluhur
Mengunakan pakaian adat jawa untuk menghormati leluhur dan sebagai kebanggaan dilahirkan dibumi pertiwi nusantara,khususnya jawa.
Ki Rekso Jiwo melantunkan doa doa yang mana tidak hanya diperuntukkan untuk diri maupun keluarga,tapi leluhur dan semua mahluk hidup,bahkan orang yang membenci sekalipun diharapkan memperoleh kebahagiaan didunia dan diakhirat kelak
karena kewajiban manusia adalah tolong menolong dan doa mendoakan tanpa terkecuali atau membeda bedakan ras,suku,dan agama
karena hakekatnya manusia adalah sama sama ciptaan Tuhan sang maha Kuasa
Tak berapa lama dari argo dalem merupakan pos VI atau puncak argo dumilah atau mahendra pura,dimana merupakan tempat tujuan utama para pendaki gunung lawu
Hanya menaiki satu bukit saja sudah sampai pos VI dan puncak yang terdapat tugu dan dikibarkan bendera merah putih,rasa puas,lega,syukur dan bangga atas keindahan negri indonesia raya
Berada dipuncak argo dumilahpun tak lupa Ki Rekso jiwo Kembali mengunakan pakaian adat jawa dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,rasa syukur dilantunkan melalui syair syair doa yang dilantunkan dari dalam hati
tak lupa memainkan singging bowl atau mangkok tibet yang biasa digunakan biksu atau suhu untuk dipersembahkan pada semesta,dan getarannya menyatu bersama hembusan angin puncak lawu
nomer whatshap 08966616661 Ki Rekso Jiwo
![]() |
| Pusat spiritual nusantara |
Pusat spiritual nusantara yang begitu banyak meninggalkan jejak jejak sejarah,dari kaki gunung hingga puncaknya,seperti halnya candi sukuh yang diteliti oleh peneliti yang penasaran saat melihat dari satelit Nasa yang mana didaerah candi sukuh memancarkan sinar segi delapan seperti patwa memancar keangkasa
Rasa penasaran tersebut akhirnya menghantarkan peneliti luar negri datang kecandi sukuh dan meneliti bangunan yang mirip dengan piramid suku maya,namun sungguh sangat mengejutkan,dimana setelah diambil sempel lumut dan dites laborat ternyata usianya lebih tua candi sukuh dan gunung lawu tidak terdeteksi oleh GPRS yang dikarena masih terselubungi energi dimensi yang luar biasa
dicandi cetho hingga puncak argo dalem merupakan perjalanan Prabu Brawijaya V saat melarikan diri dari kejaran pasukan demak dan arga dalem merupakan tempat pamuksan atau penyempurnaan jiwa raga menghadap Sang Hyang Maha Kuasa
Memahami hal tersebut,Bung Karno pun meninggalkan jejak digua diantara pos 5 dan argo dalem,dimana gua tersebut digunakan untuk bertapa atau bermunajad kepada Tuhan agar mampu memimpin negara dan memohon petunjuk untuk membuat aturan pemerintahan,sehingga memperoleh simbul garuda Pancasila sebagai lambang negara Indonesia
![]() |
| Pusat spiritual nusantara gunung lawu |
Hingga Pak Harto sebagai Presiden RI 2 sangat menyayangi giri Mahendra atau gunung lawu ini,dan setiap tahun melakukan perjalanan kepuncak dan melakukan perjalanan spiritual,bahkan meninggal dimakamkan dikaki gunung lawu sebelah barat
Bahkan Gus Dur sendiri pernah mendatangi Pringgondani yang merupakan lereng gunung lawu dan bermunajad di makom Eyang Koconegoro,
Pusat spritual nusantara bukanlah isapan jempol,karenanya banyak spiritualis,paranormal,dukun,pecinta alam,budayawan dan agamawan dari berbagai wilayah dinusantara datang untuk bertaddabur alam dan napak tilas perjalanan leluhur leluhur nusantara yang menjadi pendahulu yang telah sukses membangun nusantara menjadi negri yang luar biasa.
oleh sebab itulah Ki Rekso Jiwo/ mas ratu alit beberapa kali menjelajahi giri mahendra atau gunung lawu hingga puncaknya,mentadabburi keindahan alam ciptaan Tuhan yang maha Kuasa
Perjalanan 4hari dari naik hingga turun untuk menghayati dan menikmati keadaan alam yang sungguh indah menyejukkan kalbu,diawali hari kamis dari pos cemoro sewu,perjalanan yang
menanjak dari pos star menuju pos tani,pos bayangan,baru ketemu pos I,dipos
dipos bayangan terdapat sendang panguripan yang artinya kehidupan,dimana airnya segar dan biasanya langsung diambil dengan botol air minum untuk dijadikan bekal perjalanan jauh menuju puncak mahendra/argo dumilah
![]() |
| Pusat spiritual nusantara negri awan |
perjalanan dilanjutkan dari pos I ke pos II dimana jarak ini merupakan jarak yang paling jauh,diantara pos yang lain dikarenakan medannya tidak begitu menanjak dan mungkin sebagai pertimbangan yaitu pos I dibuat tidak terlalu jauh sebagai pemanasan,selanjutnya posII dibuat lebih panjang dan lama setelah pemanasan
pos II dinamakan watu gedek/bilik karena bentuknya seperti bilik penahan angin
Pos II ke pos III jaraknya pendek namun penuh tanjakan yang menguras banyak tenaga,dan sebaiknya pos ini dimanfaatkan untuk istirahat sejenak,apalagi jika gerimis dsn hujan,karena nanti di pos IV tidak ada gasebo
Pos III dinamakan manis rejo karena paling banyak ditemukan pohon manis rejo
Perjalanan dari Pos III ke Pos IV pendek juga jarak tempuhnya karena tanjakannya pun sangat terjal,walaupun tidak terdapat gasebo penahan atau pelindung dari hujan,namun disinilah spot paling indah jika hari terang,karena bisa mengambil foto dengan hamparan awan putih dan langit biru yang tanpa terhalang bukit maupun pepohonan
saat berada disini,rasanya kelegaan sudah menghilangkan semua penat lelah dan terbayar sudah dengan indahnya pemandangan yang luar biasa,sebuah pemandangan yang tidak bisa dinikmati setiap hari,sehingga menjadikan memori yang indah dan kangen untuk diulangi
Perjalanan dari pos IV ke pos V sedikit menanjak dan selanjutnya akan melewati jalan yang rata dan naik tidak tinggi,lumayan panjang seperti halnya menyusuri tembok cina
disebelah kiri jauh terlihat gua kotak,disitulah tempat dimana Presiden pertama RI pernah bertapa,perjalanan berlanjut hingga sumur jolotundho masih disebelah kiri jalan
dinamakan sumur karena untuk mengambil air harus turun lumayan curam dan masuk kedalam gua yang sempit,banyak yang datang hendak mengambil air jolotundho yang harus kecewa karena tidak menemukan air,bahkan banyak yang tidak bisa memasuki gua karena gua menyempit
banyak sekali keanehan disumur jalatundho ini,namun alhamdulillah
Ki Rekso/mas ratu alit bersama teman teman memperoleh air jolotundho yang wangi dan memiliki kandungan mineral yang tinggi didalam gua yang sempit dan lumayan dalam
Kemudian tak tauh dari tempat ini merupakan pos V yang datar
Perjalanan berlanjut dan beristirahat disendang drajat melewati Pos V yang terletak disebelah kanan jalan,airnya jarang kering atau bahkan tidak belum pernah kering,walaupun musim kemarau
![]() |
| Pusat spiritual nusantara argo dalem |
Kemudian melanjutkan perjalanan ke argo dalem,dimana tempat tersebut merupakan tempat pamuksan Prabu Brawijaya V atau raja majapahit akhir,suasana diatas bukit jika dari pos V atau merupakan salah satu puncaknya gunung lawu
maqom yang dijadikan punden karena kekeramatan tempat tersebut yang diselimuti dengan aura energi yang luar biasa.
karena disini tempat pamuksan atau penyempurnaan diri jiwa raga menghadap Sang Maha Kuasa,tentunya sangatlah baik digunakan untuk berdoa,memohonkan ampun leluhur leluhur
Mengunakan pakaian adat jawa untuk menghormati leluhur dan sebagai kebanggaan dilahirkan dibumi pertiwi nusantara,khususnya jawa.
Ki Rekso Jiwo melantunkan doa doa yang mana tidak hanya diperuntukkan untuk diri maupun keluarga,tapi leluhur dan semua mahluk hidup,bahkan orang yang membenci sekalipun diharapkan memperoleh kebahagiaan didunia dan diakhirat kelak
karena kewajiban manusia adalah tolong menolong dan doa mendoakan tanpa terkecuali atau membeda bedakan ras,suku,dan agama
karena hakekatnya manusia adalah sama sama ciptaan Tuhan sang maha Kuasa
![]() |
| Pusat spiritual nusantara argo dumilah |
Tak berapa lama dari argo dalem merupakan pos VI atau puncak argo dumilah atau mahendra pura,dimana merupakan tempat tujuan utama para pendaki gunung lawu
Hanya menaiki satu bukit saja sudah sampai pos VI dan puncak yang terdapat tugu dan dikibarkan bendera merah putih,rasa puas,lega,syukur dan bangga atas keindahan negri indonesia raya
Berada dipuncak argo dumilahpun tak lupa Ki Rekso jiwo Kembali mengunakan pakaian adat jawa dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,rasa syukur dilantunkan melalui syair syair doa yang dilantunkan dari dalam hati
tak lupa memainkan singging bowl atau mangkok tibet yang biasa digunakan biksu atau suhu untuk dipersembahkan pada semesta,dan getarannya menyatu bersama hembusan angin puncak lawu
![]() |
| doa diargodumilah lawu |
Rabu, 22 Juni 2016
Istana Gebang blitar
Istana gebang blitar menurut Ki Rekso Jiwo merupakan tempat tinggal masa kecil bung karno,presiden republik indonesia yang pertama.suasana yang nyaman,penuh aura spiritual ditambah sambutan sambutan saudara saudara spiritual dalam acara sarasehan spiritual indonesia
cukup melegakan setelah perjalanan mengunakan CB150R sendirian dari solo,walaupun rekan spiritual dari solo lebih dari 2 mobil.
melintasi wonogiri,purwantoro,ponorogo,trenggalek,tulung agung dan sampai blitar dalam waktu tempuh santai kurang lebih 5jam
Istana gebang blitar menyimpan potret sejarah masa kecil bung karno hingga menjabat presiden,saksi perjalanan hidup seorang tokoh pendiri republik indonesia tercinta,cukup lumayan luas,disebelah kiri merupakan penjual makanan dan minuman serta parkiran.
sebelah kanannya adalah gedung balai kesenian dimana sarasehan dilakukan,kemudian sebelah kanannya adalah bangunan utama atau rumah tempat tinggal yang dipertahankan keasliannya,sehingga dapat ditelusuri dari bentuk,penataan ruangan,dari ruang tamu,ruang keluarga,kamar kamar hingga dapur maupun garasi
sebelah kanannya lagi merupakan tempat peristirahatan yang digunakan panitia penyelenggara,namun karena sudah seperti saudara sendiri sehingga siapa saja diperkenankan untuk istirahat sejenak sebelum acara sarasehan dimulai
ruangan
Disetiap sudut terlihat suasana kuno,baik bentuk bangunan maupun ornamen yang menghias suasana,bahkan peralatan peralatan memasakpun dapat dilihat dengan jelas tertata rapi,
hawa suasana setiap kamar tidur berbeda beda,dan terasa sangat kuat dibagian belakang kiri,dimana tempat tersebut dahulunya digunakan ibunya bung karno dan bung karno sendiri waktu bayi hingga masa kecilnya,nuansa yang sejuk damai dan menyimpan energi supranatural yang kental karena merupakan pusat petilasan yang masih terekam dan dipelihara oleh pemerintah daerah kota blitar jawa timur
Perjalanan jauh tak terasa melelahkan,namun ada kepuasan lahir batin dengan mengunjungi istana gebang ini,sebelum mandi menyempatkan berkeliling untuk mengenal dan mengamati suasana seluruh sudut yang disuguhkan dengan apiknya
tiada kesan selain luar biasa untuk tempat ini dan pemerintah daerah kota blitar yang telah menjaga aset negara yang berupa cagar budaya yang sangat penting untuk negri ini dan disaat sambutan oleh wakil wali kota dalam sarasehan spiritual indonesia,pemerintah kota mengagendakan agar dilaksanakan sarasehan spiritual indonesia setiap tahunnya dikota blitar
Sunggguh apresiasi yang luar biasa yang digelar dan disuguhkan pada acara sarasehan digedung kesenian istana gebang,mengenal dan belajar tentang tradisi budaya kejawen yang bernama sotren,sebuah tema unik yang dikemas secara apik dan menarik oleh para praktisi praktisi seni budaya nusantara
beragam acara tradisi budaya nusantara khususnya jawa disuguhkan,mulai dari tembang macapat atau kidungan,lantunan doa doa dan mantra,pencak silat,tari tarian hingga seni bantengan,ditambah lagi berbagai materi yang disampaikan nara sumber,baik seniman,budayawan maupun trainer yang membuat suasana semakin meriah,indah dan menabjubkan ditempat yang istimewa ini
kolaborasi energi yang menyatu antara manusia spiritual baik peserta maupun pengisi acara yang notabenenya hampir 90% adalah pelaku spiritual dan dengan tempat spiritual dalam unsur keragaman budaya yang layak dinikmati dan diacungi jempol
suasana yang sangat dirindukan dan dinantikan setiap tahunnya dengan tema maupun konsep yang berbeda namun masih dengan kemasan spiritual budaya yang adi luhung yang dimiliki nusantara ini,Ki Rekso jiwo bersama spiritual,seniman,budayawan solo akan selalu siap memeriahkan acara yang akan diadakan ditempat ini kembali walaupun hanya urun rembuk dan menghadiri,mengingat hubungan baik para spiritual dijawa timur sudah sangat dekat dan akrab
Mari kita sambut bangkitnya tradisi budaya dan budi pekerti atau spiritual nusantara !!!
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo
cukup melegakan setelah perjalanan mengunakan CB150R sendirian dari solo,walaupun rekan spiritual dari solo lebih dari 2 mobil.
melintasi wonogiri,purwantoro,ponorogo,trenggalek,tulung agung dan sampai blitar dalam waktu tempuh santai kurang lebih 5jam
Istana gebang blitar menyimpan potret sejarah masa kecil bung karno hingga menjabat presiden,saksi perjalanan hidup seorang tokoh pendiri republik indonesia tercinta,cukup lumayan luas,disebelah kiri merupakan penjual makanan dan minuman serta parkiran.
sebelah kanannya adalah gedung balai kesenian dimana sarasehan dilakukan,kemudian sebelah kanannya adalah bangunan utama atau rumah tempat tinggal yang dipertahankan keasliannya,sehingga dapat ditelusuri dari bentuk,penataan ruangan,dari ruang tamu,ruang keluarga,kamar kamar hingga dapur maupun garasi
sebelah kanannya lagi merupakan tempat peristirahatan yang digunakan panitia penyelenggara,namun karena sudah seperti saudara sendiri sehingga siapa saja diperkenankan untuk istirahat sejenak sebelum acara sarasehan dimulai
ruangan
![]() |
Disetiap sudut terlihat suasana kuno,baik bentuk bangunan maupun ornamen yang menghias suasana,bahkan peralatan peralatan memasakpun dapat dilihat dengan jelas tertata rapi,
hawa suasana setiap kamar tidur berbeda beda,dan terasa sangat kuat dibagian belakang kiri,dimana tempat tersebut dahulunya digunakan ibunya bung karno dan bung karno sendiri waktu bayi hingga masa kecilnya,nuansa yang sejuk damai dan menyimpan energi supranatural yang kental karena merupakan pusat petilasan yang masih terekam dan dipelihara oleh pemerintah daerah kota blitar jawa timur
Perjalanan jauh tak terasa melelahkan,namun ada kepuasan lahir batin dengan mengunjungi istana gebang ini,sebelum mandi menyempatkan berkeliling untuk mengenal dan mengamati suasana seluruh sudut yang disuguhkan dengan apiknya
tiada kesan selain luar biasa untuk tempat ini dan pemerintah daerah kota blitar yang telah menjaga aset negara yang berupa cagar budaya yang sangat penting untuk negri ini dan disaat sambutan oleh wakil wali kota dalam sarasehan spiritual indonesia,pemerintah kota mengagendakan agar dilaksanakan sarasehan spiritual indonesia setiap tahunnya dikota blitar
Sunggguh apresiasi yang luar biasa yang digelar dan disuguhkan pada acara sarasehan digedung kesenian istana gebang,mengenal dan belajar tentang tradisi budaya kejawen yang bernama sotren,sebuah tema unik yang dikemas secara apik dan menarik oleh para praktisi praktisi seni budaya nusantara
beragam acara tradisi budaya nusantara khususnya jawa disuguhkan,mulai dari tembang macapat atau kidungan,lantunan doa doa dan mantra,pencak silat,tari tarian hingga seni bantengan,ditambah lagi berbagai materi yang disampaikan nara sumber,baik seniman,budayawan maupun trainer yang membuat suasana semakin meriah,indah dan menabjubkan ditempat yang istimewa ini
kolaborasi energi yang menyatu antara manusia spiritual baik peserta maupun pengisi acara yang notabenenya hampir 90% adalah pelaku spiritual dan dengan tempat spiritual dalam unsur keragaman budaya yang layak dinikmati dan diacungi jempol
suasana yang sangat dirindukan dan dinantikan setiap tahunnya dengan tema maupun konsep yang berbeda namun masih dengan kemasan spiritual budaya yang adi luhung yang dimiliki nusantara ini,Ki Rekso jiwo bersama spiritual,seniman,budayawan solo akan selalu siap memeriahkan acara yang akan diadakan ditempat ini kembali walaupun hanya urun rembuk dan menghadiri,mengingat hubungan baik para spiritual dijawa timur sudah sangat dekat dan akrab
Mari kita sambut bangkitnya tradisi budaya dan budi pekerti atau spiritual nusantara !!!
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo
Langganan:
Postingan (Atom)




















